Posted by: Refly Hadiwijaya | August 4, 2007

God’s Way…

Baru abis nonton “Evan Almighty”, klo ada yg namanya Evan ato ada yg kenal orang bernama Evan baca postingan ini, namanya cuman kebetulan sama. Nah, di film ini ada satu quote yang menurut gw bagus:

Let me ask you something. If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?

Setelah gw pikir2 dan dipertimbangkan sehari-semalam ;p,  ternyata quote ini bener juga. Seringkali saat kita meminta sesuatu ke Tuhan, kita berharap bahwa Tuhan akan memberikan sesuai dengan apa yang kita minta. Misalnya, saat kita minta “Tuhan, berikan aku kesabaran.” kita berharap bahwa tiba2 kita bisa menjadi orang yang sabar. Harapan-harapan yang berasal dari pemikiran yang keliru seperti ini yang sering membuat orang kecewa sama Tuhan. Sering muncul keluhan2, “Kok Tuhan ngga mengabulkan permintaan gw sih…?”, “Wah, permintaan gw ngga didengar nih sama Tuhan”, dan keluhan2 lainnya. Ingat, Tuhan itu maha mendengar. Dia selalu mendengar permohonan kita, bahkan keluhan2 kita. Dan, Tuhan punya banyak cara (mungkin tak hingga cara) untuk mengabulkan permohonan kita. Mungkin memang ada yang permintaannya langsung dikabulkan sesuai apa yang diminta. Tapi, ada juga hal2 kaya quote di atas. Misalnya, saat kita minta kesabaran sama Tuhan, Dia memberi kita kesempatan untuk menjadi orang yang sabar. Pilihan selanjutnya ada pada kita. Apakah kita benar2 mau menjadi orang yang sabar, ataukan permintaan itu hanya sekedar permintaan belaka, tanpa ada keinginan yang kuat dari kita sendiri untuk menjadi sabar. Atau, contoh lainnya, misalnya ada yang minta “Tuhan, lepaskan aku dari yang jahat”. Sebenarnya, Tuhan memberikan kesempatan padanya untuk bisa lepas dari “kejahatan2nya”. Tapi, jika orang itu sendiri masih melakukan perbuatan2 “jahat” (dosa) yang biasa dia lakukan, berarti dia tidak mengambil pemberian Tuhan atas dirinya, padahal itu adalah sesuatu yang dimintanya sendiri. Bagaikan seorang anak meminta permen pada orangtuanya, tapi pada saat orangtuanya memberikan si anak ini uang untuk membeli permen, si anak tidak mau mengambilnya. Memang tindakan seperti ini adalah tindakan bodoh, makanya jangan sampai kita melakukan tindakan bodoh seperti ini.

Advertisements

Responses

  1. Sekarang kalau begitu Tuhan sedang memberikan gua kerelaan hati…..

    *Hiks, g gak rela….*

    🙂

  2. Kerelaan hati buat apa nih…??
    buat nraktir gw yah…?? 😀

  3. ada deh….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: